Category: Blog

Mengenal 3 Jenis Venture Builder untuk Perusahaan Startup

Venture builder merupakan model bisnis yang bertujuan untuk membangun perusahaan baru dari awal, dengan menggunakan sumber daya dan keahlian yang ada. Dalam model ini, sebuah perusahaan induk atau “builder” mengidentifikasi peluang atau ide bisnis yang menarik. Kemudian, membangun tim dan sumber daya yang diperlukan untuk mengembangkan ide tersebut menjadi bisnis yang sukses. 

Builder ini biasanya memiliki keahlian dalam berbagai bidang, seperti teknologi, pemasaran, dan manajemen. Mereka menggunakan keahliannya itu untuk membantu mengembangkan perusahaan baru (startup).

Dalam menerapkan model ini, venture builder memiliki 3 jenis yang didasarkan oleh beberapa hal. Untuk mengetahui informasinya, mari simak penjelasannya di bawah ini!

Jenis-jenis Venture Builder

Venture builder dapat dibagi menjadi beberapa jenis yang dibagi berdasarkan tiga hal, yaitu cara menghimpun dana, cara pemberian dana, dan kepemilikan dana.

1. Berdasarkan Cara Menghimpun Dana

1. Venture Builder yang Dikelola oleh Perusahaan Induk

Jenis Venture Builder ini dilakukan oleh perusahaan induk yang memiliki portofolio bisnis yang baik dan menggunakan keuntungan dari bisnis utama mereka untuk membantu startup.

2. Venture Builder yang Menghimpun Dana dari Investor Eksternal

Venture builder akan berusaha menghimpun dana dari investor eksternal, seperti dana ventura atau investor swasta. Mereka akan memanfaatkan dana yang telah didapatkan untuk menghimpun tim manajemen, agar dapat membantu startup bertumbuh.

2. Berdasarkan Cara Pemberian Dana

1. Corporate Venture Builder

Jenis venture builder ini dimiliki dan dioperasikan oleh perusahaan besar atau korporasi. Mereka menggunakan sumber daya dan keahlian yang ada di dalam perusahaan untuk membangun startup

Hal ini dikarenakan corporate venture builder biasanya memiliki akses modal yang besar dan jaringan yang luas, sehingga memungkinkan mereka untuk mempercepat pertumbuhan perusahaan baru.

2. Independent Venture Builder

Jenis venture builder ini dimiliki dan dioperasikan oleh individu atau kelompok individu yang independen dari perusahaan besar. Mereka menggunakan modal sendiri atau dari investor eksternal untuk membangun startup

3. Hybrid Venture Builder

Jenis venture builder ini merupakan kombinasi dari corporate venture builder dan independent venture builder. Mereka dapat menggunakan sumber daya dan keahlian yang ada di dalam perusahaan besar, namun juga memiliki fleksibilitas untuk bekerja dengan perusahaan kecil dan startup

Hybrid venture builder biasanya memiliki akses modal yang besar dan jaringan yang luas, namun juga memiliki kebebasan yang lebih besar dalam memilih proyek yang akan dikerjakan.

4. Accelerator

Jenis venture builder ini berupaya untuk mempercepat pertumbuhan startup dengan memberikan akses ke sumber daya, mentorship, dan jaringan yang luas. Mereka biasanya memberikan dana awal dan bantuan operasional kepada perusahaan baru, namun tidak memiliki kepemilikan langsung dalam perusahaan tersebut. 

3. Berdasarkan Kepemilikan Dana

1. Perusahaan modal ventura swasta

Jenis perusahaan yang belum terdaftar di bursa saham dan masih bersifat tertutup. Artinya, perusahaan ini belum menjual sahamnya kepada publik.

2. Perusahaan modal ventura publik

Perusahaan yang telah menjual sahamnya kepada publik dan terdaftar di bursa saham.

3. Perusahaan modal ventura afiliasi bank

Perusahaan yang didirikan oleh beberapa bank atau lembaga keuangan. Mereka sering memiliki surplus dana dan tujuan bisnis yang spesifik.

4. Perusahaan modal ventura konglomerat

Perusahaan yang didirikan oleh beberapa perusahaan besar yang beroperasi di berbagai sektor.

Read More
Male graphic designer holding spiral notepad with a text

7 Perbedaan Startup dan UMKM yang Wajib Diketahui

Dalam dunia bisnis, istilah Startup dan UMKM sering digunakan secara bergantian atau bahkan disalahartikan sebagai satu hal yang sama. Meskipun keduanya beroperasi di ranah usaha yang relatif kecil, namun terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara startup dan UMKM. 

Artikel ini akan menguraikan perbedaan utama antara kedua jenis bisnis tersebut satu per satu. Simak hingga selesai, ya!

Perbedaan Startup dan UMKM

Baik startup maupun UMKM tentu memiliki keuntungan dan tantangan mereka masing-masing. Oleh karena itu, kenali perbedaan keduanya agar Anda dapat menentukan model bisnis seperti apa yang sesuai dengan tujuan Anda.

Baca Juga:

Cara Mengatasi Mental Block

1. Pengertian dan Pendekatan

Startup adalah perusahaan rintisan yang berfokus pada inovasi, pengembangan produk atau layanan yang disruptif, dan pertumbuhan yang cepat. Mereka memulai bisnisnya dengan visi yang besar dan mencoba mengubah industri atau menciptakan pasar baru.

Sementara, UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) merupakan usaha lokal yang memenuhi kebutuhan pasar tertentu. Berbeda dengan startup yang wajib memerlukan inovasi, mereka berusaha untuk memilih cara terbaik dalam mencari keuntungan. Hal inilah yang membuatnya lebih stabil dan berkelanjutan dalam pertumbuhan bisnis, dibandingkan startup.

2. Skala Operasional

Startup cenderung memiliki ambisi global atau setidaknya skala nasional. Mereka berusaha untuk mengembangkan model bisnis yang dapat diubah menjadi skala besar dalam jangka waktu yang cukup singkat.

Sementara, UMKM biasanya beroperasi di tingkat lokal atau regional. Mereka melayani pasar yang lebih kecil dan lebih fokus pada pertumbuhan yang stabil, daripada pertumbuhan yang cepat.

3. Sumber Dana

Startup mendapatkan pendanaan dari investor ventura atau modal ventura untuk mendukung pertumbuhan mereka. Setelah itu, mereka akan melakukan serangkaian putaran pendanaan sebelum akhirnya mencapai titik impas atau mendapatkan keuntungan.

Sementara UMKM cenderung bergantung pada sumber pendanaan yang lebih tradisional, seperti tabungan pribadi, pinjaman bank, atau bantuan dari keluarga dan teman.

4. Risiko

Tingkat risiko pada Startup biasanya lebih tinggi karena model bisnis ini  bersifat eksperimental dan inovatif. Sudah banyak startup yang mengalami kegagalan dalam waktu yang singkat.

Sementara, UMKM cenderung lebih stabil karena mereka beroperasi dengan model bisnis yang telah terbukti. Meskipun risiko kegagalan tetap ada, namun mereka cenderung lebih mudah untuk bertahan dalam jangka waktu yang panjang.

Baca Juga:

Artificial Intelligence di Kehidupan Sehari-hari

5. Orientasi Pada Pertumbuhan

Startup cenderung memiliki orientasi yang sangat kuat pada pertumbuhan. Bisnis ini mengukur kesuksesan berdasarkan pada seberapa cepat mereka dapat memperluas operasional dan mencapai skala ekonomi.

Sementara, UMKM cenderung lebih fokus pada keberlanjutan bisnis jangka panjang daripada pertumbuhan yang cepat. Mereka lebih peduli dengan keuntungan yang stabil dan kepuasan pelanggan.

6. Penggunaan Teknologi

Startup sangat memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mempercepat pertumbuhan dan memberikan nilai tambah kepada pelanggan mereka. Mereka menggunakan berbagai platform online, aplikasi seluler, atau analitik data untuk meningkatkan pengalaman pengguna.

Sementara, UMKM mungkin tidak seagresif startup dalam penggunaan teknologi. Masih banyak dari mereka yang tetap menggunakan metode tradisional dalam menjalankan operasional.

7. Fokus Pasar dan Pelanggan

Startup akan selalu mencari celah pasar yang belum dimanfaatkan kebanyakan orang dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan yang belum terpenuhi. Mereka memiliki fokus pada segmen pasar yang lebih spesifik atau mencoba menciptakan pasar baru sepenuhnya.

Sementara, UMKM cenderung lebih berorientasi pada kebutuhan pasar lokal atau regional yang sudah ada. Mereka akan menawarkan produk atau layanan yang sudah ada dengan harga yang lebih bersaing atau dengan layanan pelanggan yang lebih baik.

Sumber Referensi:

Small Business dengan Startup, Apa Bedanya?

Read More

Ketahui Perbedaan Venture Builder, Startup Accelerator, dan Startup Incubator

Dalam ekosistem startup, terdapat beberapa model bisnis yang mendukung pertumbuhan dan pengembangan perusahaan baru. Tiga model yang umum ditemui adalah Venture Builder, Startup Accelerator, dan Startup Incubator. Meskipun ketiganya memiliki tujuan yang sama, yaitu mempercepat kesuksesan startup, namun mereka memiliki beberapa perbedaan dalam pendekatan dan cara mendukung perusahaan baru. Artikel ini akan membahas satu per satu perbedaan ketiganya. Simak hingga selesai!1. Venture Builder: Venture Builder, atau juga dikenal sebagai Studio Startup, adalah entitas bisnis yang menciptakan perusahaan baru dari awal. Mereka mengidentifikasi ide, membentuk tim, dan memberikan modal awal untuk membangun bisnis.Venture Builder berfungsi sebagai “co-founder” yang memegang kendali dalam mengembangkan produk dan strategi bisnis. Mereka juga aktif terlibat dalam setiap tahap pengembangan startup tersebut.Baca Juga:Ketahui Cara Kerja VPNModel ini memungkinkan pengusaha untuk fokus pada eksekusi ide, tanpa harus mengatasi banyak tantangan awal, seperti perolehan modal dan pembentukan tim.2. Startup AcceleratorStartup Accelerator adalah program intensif yang memberikan dukungan dan bimbingan kepada startup yang sudah berdiri. Biasanya, program ini memiliki durasi tertentu (beberapa bulan) dan berfokus pada pertumbuhan cepat.Accelerator akan memberikan pelatihan, sumber daya, dan koneksi ke jaringan yang luas. Startup juga akan mendapatkan akses ke mentor yang berpengalaman, peluang untuk presentasi kepada investor, dan dukungan dalam mempercepat pengembangan produk dan peluncurannya. Setelah itu, accelerator akan memeroleh saham kecil dari startup sebagai imbalan atas layanan mereka. 3. Startup IncubatorTerakhir, yaitu Startup Incubator, merupakan program atau fasilitas yang menyediakan lingkungan kerja bersama, sumber daya, dan bimbingan kepada startup. Fokusnya lebih kepada mendukung fase awal perkembangan bisnis.Incubator akan membantu startup dengan cara menyediakan ruang kerja, mentorship, dan akses ke sumber daya, seperti perpustakaan, laboratorium, atau peralatan khusus. Dengan bantuan tersebut, startup dapat berkembang dalam lingkungan yang mendukung, berbagi pengalaman dengan perusahaan lain, dan mendapatkan bimbingan untuk mengatasi tantangan awal.Baca Juga:2 Teknologi Travelling di Masa DepanPenutupBerdasarkan penjelasan di atas, maka dapat dikatakan bahwa Venture Builder, Startup Accelerator, dan Startup Incubator, memiliki peran yang berbeda dalam mendukung pertumbuhan startup. Ketiga model tersebut sama-sama penting, tergantung pada kebutuhan spesifik startup dan pendirinya. Beberapa mungkin memilih Venture Builder untuk mendapatkan dukungan penuh dalam pembentukan bisnis, sementara yang lain mungkin memilih Accelerator atau Incubator untuk mendapatkan bimbingan dan dukungan tambahan dalam fase tertentu perkembangan bisnis mereka.Nusatek hadir sebagai Venture Builder untuk Anda yang ingin membangun startup dengan teknologi terkini, sesuai dengan permintaan pasar. Untuk informasi lengkapnya, silakan kunjungi nusatek.id 

Read More

Ketahui Perbedaan Venture Builder, Startup Accelerator, dan Startup Incubator

Dalam ekosistem startup, terdapat beberapa model bisnis yang mendukung pertumbuhan dan pengembangan perusahaan baru. Tiga model yang umum ditemui adalah Venture Builder, Startup Accelerator, dan Startup Incubator. 

Meskipun ketiganya memiliki tujuan yang sama, yaitu mempercepat kesuksesan startup, namun mereka memiliki beberapa perbedaan dalam pendekatan dan cara mendukung perusahaan baru. 

Artikel ini akan membahas satu per satu perbedaan ketiganya. Simak hingga selesai!

1. Venture Builder: 

Venture Builder, atau juga dikenal sebagai Studio Startup, adalah entitas bisnis yang menciptakan perusahaan baru dari awal. Mereka mengidentifikasi ide, membentuk tim, dan memberikan modal awal untuk membangun bisnis.

Venture Builder berfungsi sebagai “co-founder” yang memegang kendali dalam mengembangkan produk dan strategi bisnis. Mereka juga aktif terlibat dalam setiap tahap pengembangan startup tersebut.

Baca Juga:

Ketahui Cara Kerja VPN

Model ini memungkinkan pengusaha untuk fokus pada eksekusi ide, tanpa harus mengatasi banyak tantangan awal, seperti perolehan modal dan pembentukan tim.

2. Startup Accelerator

Startup Accelerator adalah program intensif yang memberikan dukungan dan bimbingan kepada startup yang sudah berdiri. Biasanya, program ini memiliki durasi tertentu (beberapa bulan) dan berfokus pada pertumbuhan cepat.

Accelerator akan memberikan pelatihan, sumber daya, dan koneksi ke jaringan yang luas. Startup juga akan mendapatkan akses ke mentor yang berpengalaman, peluang untuk presentasi kepada investor, dan dukungan dalam mempercepat pengembangan produk dan peluncurannya. Setelah itu, accelerator akan memeroleh saham kecil dari startup sebagai imbalan atas layanan mereka. 

3. Startup Incubator

Terakhir, yaitu Startup Incubator, merupakan program atau fasilitas yang menyediakan lingkungan kerja bersama, sumber daya, dan bimbingan kepada startup. Fokusnya lebih kepada mendukung fase awal perkembangan bisnis.

Incubator akan membantu startup dengan cara menyediakan ruang kerja, mentorship, dan akses ke sumber daya, seperti perpustakaan, laboratorium, atau peralatan khusus. Dengan bantuan tersebut, startup dapat berkembang dalam lingkungan yang mendukung, berbagi pengalaman dengan perusahaan lain, dan mendapatkan bimbingan untuk mengatasi tantangan awal.

Baca Juga:

2 Teknologi Travelling di Masa Depan

Penutup

Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat dikatakan bahwa Venture Builder, Startup Accelerator, dan Startup Incubator, memiliki peran yang berbeda dalam mendukung pertumbuhan startup

Ketiga model tersebut sama-sama penting, tergantung pada kebutuhan spesifik startup dan pendirinya. Beberapa mungkin memilih Venture Builder untuk mendapatkan dukungan penuh dalam pembentukan bisnis, sementara yang lain mungkin memilih Accelerator atau Incubator untuk mendapatkan bimbingan dan dukungan tambahan dalam fase tertentu perkembangan bisnis mereka.
Nusatek hadir sebagai Venture Builder untuk Anda yang ingin membangun startup dengan teknologi terkini, sesuai dengan permintaan pasar. Untuk informasi lengkapnya, silakan kunjungi nusatek.id

Read More

Silicon Valley: Rumah bagi Perusahaan Startup

Terkenal sebagai jantung inovasi & teknologi, Silicon Valley telah lama menjadi magnet bagi perusahaan startup yang ingin mewujudkan impian mereka. Di pembahasan kali ini, Wantara akan membahas, mengapa Silicon Valley menjadi lokasi yang begitu diidamkan bagi startup & bagaimana hal ini dapat memberikan inspirasi bagi para pengusaha. 

Berikut paparannya. 

Kekuatan Inovasi & Kolaborasi

Silicon Valley adalah sinergi dari talenta dan inovasi. Kawasan ini dilengkapi dengan talenta teknologi terbaik dunia, dengan adanya keberadaan universitas-universitas ternama, seperti Stanford & UC Berkeley. Para lulusan institusi tersebut, sering kali membawa ide-ide cemerlang serta keahlian teknis yang menjadi kunci sukses bagi banyak startup. 

Ekosistem Startup yang Matang

Ekosistem startup di Silicon Valley rasanya tidak tertandingi. Dengan banyaknya perusahaan teknologi, baik yang baru mulai maupun yang telah mapan, cukup banyak peluang untuk belajar & berkolaborasi. Selain itu, Silicon Valley juga ramah bagi banyak investor venture capital yang bersedia mendanai ide-ide inovatif. Ketersediaan dana ini vital untuk pertumbuhan & skalabilitas startup. 

Baca juga: https://nusatek.id/cara-kerja-dan-bahaya-vpn/

Budaya Inovasi yang Terbuka 

Silicon Valley mempromosikan budaya inovasi yang terbuka dan inklusif. Budaya ini mendorong risiko, eksperimen, dan pembelajaran dari kegagalan. Ini adalah lingkungan di mana ide-ide baru diterima & diperdebatkan, serta menciptakan atmosfer yang kondusif untuk inovasi dan kreativitas.

Infrastruktur Teknologi Kelas Dunia

Infrastruktur di Silicon Valley dirancang untuk mendukung pertumbuhan perusahaan teknologi. Dari jaringan broadband berkecepatan tinggi hingga pusat data canggih, semua yang dibutuhkan untuk mengembangkan dan menguji produk teknologi ada di sini.

Pelajaran untuk Startup di Seluruh Dunia

Silicon Valley menawarkan pelajaran berharga bagi startup di mana pun. Beberapa kunci untuk mengambil inspirasi adalah pentingnya membangun jaringan yang kuat, terus menerus berinovasi, dan tidak takut untuk gagal. Lingkungan yang mendukung inovasi dapat menciptakan keajaiban untuk startup yang ingin tumbuh.

Baca juga: https://nusatek.id/ransomware-pemerasan-massal/

Silicon Valley tetap menjadi destinasi utama bagi perusahaan startup. Budaya inovasi dan akses ke modal membuatnya menjadi lokasi yang ideal bagi para pengusaha yang ingin mengubah dunia. Meskipun tantangan pasti ada, peluang yang ditawarkan oleh Silicon Valley terus menarik para inovator dari seluruh penjuru dunia.

Read More

Deretan Artificial Intelligence yang Paling Banyak Digunakan di Indonesia

Teknologi Artificial Intelligence atau AI, semakin ramai diminati masyarakat Indonesia untuk memberikan kemudahan dalam aktivitas bekerja maupun harian. AI merupakan program komputer yang dirancang untuk meniru kecerdasan manusia, didalamnya terdapat kemampuan pengambilan keputusan, logika, dan karakteristik lainnya. 

Baca juga: https://nusatek.id/mengenal-cdn-cloudflare-teknologi-war-tiket/

Saat ini di Indonesia, AI dinilai mampu menyelesaikan pekerjaan manusia lebih cepat dan memangkas waktu pekerjaan, mulai dari bidang pendidikan hingga industri di dunia kerja. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Populix yang dilansir dari Katadata, hampir 45% pekerja & pengusaha di Indonesia telah menggunakan Artificial Intelligence. 

Melihat penjelasan tersebut, begitu banyak bukan yang menggunakan Artificial Intelligence dalam bekerja maupun aktivitas harian. Berikut aplikasi Artificial Intelligence yang paling banyak digunakan di Indonesia. 

Chat GPT

Sebuah chatbot Artificial Intelligence berupa model bahasa generatif yang menggunakan teknologi untuk memprediksi probabilitas kalimat atau kata berikutnya dalam suatu percakapan maupun perintah teks. 

Copy.ai

Tools/alat Artificial Intelligence untuk membuat konten secara otomatis, copy.ai sangat membantu penulis menulis konten tanpa memerlukan usaha yang cukup banyak. 

Luminar AI 

Aplikasi pengeditan gambar yang telah banyak digunakan oleh seluruh penjuru dunia. Luminar AI telah memenangkan banyak penghargaan bergengsi loh, Kawantara!

Oracle

Sebuah perangkat lunak untuk sistem manajemen database relasional berbasis AI. Oracle diproduksi serta dipasarkan oleh perusahaan pembuat perangkat lunak di dunia, yakni Oracle Corporation, di California. 

Itulah tadi beberapa AI yang sering digunakan di Indonesia, lebih dari 238 orang Indonesia mengaku telah menggunakan platform AI. Tak bisa dipungkiri, jika AI memang memberikan kemudahan dalam bekerja & aktivitas sehari-hari. 

Baca juga: https://nusatek.id/internet-of-things/

Bahkan, kita pun tak menyadari, bahwa aplikasi yang ada disekitar kita itulah berasal dari Artificial Intelligence. Kalau Kawantara, biasanya pakai tools AI yang mana nih? 

Sumber: 

Ini Aplikasi Artificial Intelligence (AI) yang Paling Banyak Digunakan di Indonesia

Deretan Aplikasi AI Paling Banyak Digunakan di Indonesia, ChatGPT Teratas

https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2023/06/21/deretan-aplikasi-ai-paling-banyak-digunakan-di-indonesia-chatgpt-teratas

Sederet Aplikasi AI Paling Banyak Dipakai di Indonesia

https://dataindonesia.id/internet/detail/sederet-aplikasi-ai-paling-banyak-dipakai-di-indonesia

Daftar Platform AI yang Paling Sering Digunakan di Indonesia, ChatGPT Teratas

https://goodstats.id/article/daftar-platform-ai-yang-paling-sering-digunakan-di-indonesia-chatgpt-teratas-DPyuE

Read More
modern style Office with exposed concrete Floor and a lot of pla

Venture Builder, Masa Depan Ekosistem Startup 

Pernahkah Anda mendengar istilah Venture Builder? Mungkin belum pernah ya? Kita seringkali populer dengan istilah startup. Padahal, startup adalah bagian dari Venture Builder. Diatas startup, ada Venture Builder yang berkaitan erat dengan proses pendanaan. Biasanya membangun bisnis dilakukan oleh individu atau paling banyak tiga individu. 

Namun, seiring perkembangan zaman, ada istilah untuk menyebut pembentukan usaha oleh perusahaan alih – alih individu. Istilah inilah yang kita sebut dengan Venture Builder. Istilah Venture Builder merupakan sebuah perusahaan yang menampung sumber daya, sarana, serta modal untuk memulai startup baru, beberapa fokus utamanya adalah menciptakan portofolio perusahaannya sendiri & mengelola pembentukan ide serta pengembangan produk/startup. 

Resiko kegagalan venture builder terminimalisir, karena mereka fokus pada riset & pengembangan teknologi serta validasi bisnisnya sebelum membentuk badan usaha, dan pastinya melakukan investasi kepada startup – startup yang dinilai memiliki potensi perkembangan yang besar. 

Terdapat 5 aktivitas utama venture builder : 

  1. Menghasilkan & mengidentifikasi ide bisnis baru. 
  2. Menyediakan layanan bersama.
  3. Membangun tim untuk setiap ide individu. 
  4. Mengelola perusahaan dari jarak jauh. 
  5. Menghasilkan modal. 

Tahap awal venture builder biasanya membangun tim untuk setiap bisnis (startup). Venture builder mencari SDM tepat untuk menjalankan startup tersebut. Setelah tim terbentuk, venture builder dapat menjalankan aktivitas utama. Ada banyak venture builder di dunia ini dengan berbagai bidang, misalnya perkebunan, properti, kebutuhan masyarakat, dan lainnya. 

Baca Juga: https://nusatek.id/mengenal-cdn-cloudflare-teknologi-war-tiket/

Venture builder adalah startup yang membangun banyak startup baru. Model bisnisnya tidak mengganggu infrastruktur perusahaan yang sudah ada sejak awal pengembangannya. Umumnya, venture builder erat kaitannya dengan ekosistem digital. Jadi, didalam venture builder, ada beberapa startup/bisnis yang memang dalam satu ekosistem, yakni venture builder itu sendiri. 

PT. Nusantara Sukses Teknologi (Nusatek.id) hadir sebagai Venture Builder yang memiliki visi untuk menjadi pengembang ekosistem digital di Indonesia, dan akan membangun startup berpotensi agar sesuai dengan permintaan pasar. 
Pelajari juga: https://nusatek.id/produk-sertifikasi/

Read More

Mengenal CDN Cloudflare, Teknologi War Tiket 

Kalau war tiket, ada teknologi khususnya nggak ya? Adakah Kawantara yang kemarin abis war – warna tiket Coldplay ataupun Argentina? Pembelian tiket dilakukan secara online melalui sebuah website. Ternyata, meskipun war tiket, website nya pun tetap terproteksi, lho. Kok bisa ya?

Ternyata, ada faktor penting dibelakangnya! Dalam pembuatan website, ada banyak cara untuk menaikkan kecepatan, seperti menggunakan plugin caching (WP Super Cache) atau Content Delivery Network, yang akan kita bahas pada artikel ini. Cara – cara ini diterapkan untuk memperoleh kecepatan website. 

Tanpa berlama – lama, kita bahas CDN Cloudflare yuk! Mulai dari pengertian, fungsi, hingga fitur unggulannya. 

Apa itu CDN Cloudflare?

Sebuah layanan keamanan website yang memberikan pelayanan maksimal, Kawantara bisa dapatkan secara gratis & ada pula yang berbayar. Clodflare sendiri memiliki berbagai macam paket, yaitu Pro, Business, dan Enterprise. CDN & cloudflare memiliki makna yang berbeda. 

CDN sendiri adalah suatu sistem yang akan menyediakan konten secara cepat end user dan terdapat pada berbagai data center di internet. Konten yang disebarkan melalui CDN biasanya konten statis.

Bagaimana Fungsi dari CDN Cloudflare?

Setelah mengetahui CDN Cloudflare, kita beralih kepada fungsi dari CDN Cloudflare, penjabarannya, sebagai berikut. 

  1. Memberikan kecepatan akses bagi pengunjung website. 
  2. Mengurangi penggunaan sumber daya server. 
  3. Memantau lalu lintas berbahaya di situs website. 
  4. Sebagai cache konten statis untuk halaman website, seperti javascript. 
  5. Meningkatkan kinerja situs website karena memiliki server proxy yang tersebar di beberapa negara. 

Fitur Unggulan CDN Cloudflare

Sama hal dengan produk teknologi lainnya, ternyata layanan keamanan website ini juga memiliki fitur – fitur unggulannya, lho Kawantara, diantaranya:

  1. CDN 

Layanan yang dapat menyimpan situs website & melayani dari server terdekat secara geografis. 

  1. Mirroring

Konten website Kawantara nantinya akan menjadi replika untuk setiap data center Cloudflare. 

  1. Caching

Fitur ini akan menghemat bandwidth hosting Kawantara, terutama jika web hosting memiliki batasan bandwidth. 

  1. Hosting DNS

Bertanggung jawab untuk menerjemahkan nama domain menjadi alamat IP & mengelola catatan DNS supaya dapat dieksekusi dengan cepat. 

  1. Firewall

Fitur ini melindungi website Kawantara dari ancaman keamanan. Kawantara dapat memblokir alamat IP dari negara lain untuk menentukan pengunjung mana yang dapat mengakses situs Kawantara. 

Bagaimana? Kawantara paham mengenai Cloudflare? Tertarik untuk menggunakan layanan ini untuk mengoptimalkan website? Cloudflare adalah satu layanan content delivery network yang merupakan layanan web security. Zaman sekarang, banyak website ataupun media digital yang mendapat kejahatan. 

Manfaat terbesar dari Cloudflare ini adalah kemudahan integrasi diberbagai platform situs web yang bisa digunakan. Bahkan untuk pengguna Exabytes, integrasi Cloudflare dapat dilakukan hanya dalam beberapa langkah. Semoga informasi yang Wantara berikan bisa bermanfaat ya!

Sumber: 

Cloudflare Adalah Sebuah Content Delivery Network, Berikut Penjelasannya!

https://www.exabytes.co.id/blog/cloudflare-adalah/

Apa itu Cloudflare? Pengertian, Fungsi, dan Fitur Unggulannya

https://www.dewaweb.com/blog/panduan-dasar-cloudflare/

Cara Setting Cloudflare CDN di Website WordPress

Cloudflare CDN: Pengertian dan Panduan Cara dan Optimasinya 

https://cmlabs.co/id-id/seo-guidelines/cloudflare-cdn

Read More
Passengers in an economy class airplane

2 Teknologi Travelling di Masa Depan 

Perkembangan teknologi tak hanya ada dalam aktivitas sehari – hari, namun juga mempengaruhi industri wisata. Kalau sebelumnya, banyak yang menyediakan perjalanan virtual atau digital di masa depan, karena adanya virus Covid-19. Namun, ada juga yang dapat kita rasakan secara langsung teknologi di industri wisata ini. 

Sebuah riset terbaru yang berjudul ‘easyJet 2070: The Future Travel Report’ meramalkan bagaimana teknologi akan mengubah cara kita travelling di masa depan. Salah satunya adalah detak jantung kita akan menggantikan paspor sebagai identitas penumpang. Wah, keren banget ya! 

Selain itu, ada dua teknologi tercanggih juga untuk travelling di masa depan. Simak selengkapnya dibawah ini. 

Kursi Pesawat dengan Sensor Biometrik 

Pada riset The Future Travel report mengungkapkan kursi pesawat dengan sensor biometrik ini dapat menyesuaikan bentuk tubuh penumpang & hiburan penerbangan dengan optpelektronik yang langsung ditampilkan di mata penumpang. 

Makanan 3D Printing

Hotel – hotel akan dibangun di bawah tanah untuk menghemat energi & makanan akan dicetak dengan 3D printing untuk mengurangi makanan yang terbuang. Keunggulan dari teknologi ini adalah, kita dapat menikmati pengalaman berwisata di metaverse sebelum mengunjungi destinasi. 

Saat ini terdapat dua prediksi teknologi travelling tercanggih di masa depan, kira – kira nanti kedepannya ada apa lagi ya? Teknologi akan semakin mempermudah & mempercepat proses perjalanan saat travelling. 

Kawantara tertarik untuk mencobanya?

Sumber: 

Serba Digital, Begini Tren Travelling di Masa Depan

https://travel.detik.com/travel-news/d-6240195/serba-digital-begini-tren-traveling-di-masa-depan

Menilik Pengalaman Baru Teknologi Travelling di Masa Depan 

https://metanesia.id/blog/pengalaman-baru-teknologi-traveling-di-masa-depan

Teknologi Travelling di Masa Depan: Detak Jantung Gantikan Paspor?

https://sistem-komputer-s1.stekom.ac.id/informasi/baca/teknologi-traveling-dimasa-depan-detak-jantung-gantikan-paspor/70f9a4daf551c0c3eef9272d65159ab627efd62d

Read More

5 Keputusan Terbaik di Usia 20-an

Usia 20-an adalah usia yang paling penting & krusial. Di usia ini, Kawantara akan mengalami masa peralihan yang menentukan kesuksesan serta arah hidup. Pada saat ini jugalah, Kawantara akan merasa sudah dewasa, karena bisa menghasilkan uang sendiri, memenuhi kebutuhan sendiri, dan sedang sibuk – sibuknya kerja meniti karir. 

Bagi Kawantara yang usianya 20 tahunan, ada beberapa keputusan yang bisa diambil, bahkan wajib di usia 20 tahunan. Sebenarnya, para pemuda di usia ini kerap mengalami kegalauan karena mimpi – mimpi mereka. Untuk mengatasi hal tersebut, ada beberapa keputusan terbaik yang bisa Kawantara ambil saat usia 20-an. 

Simak selengkapnya dibawah ini. 

Meluangkan Waktu untuk Keluarga & Orang Terdekat 

Sesibuk apapun, luangkan waktu untuk orang tercinta. Di masa – masa sedih dan jatuhmu dalam proses mengejar mimpi, keluarga dan orang terdekatlah yang akan menemani dan membantu Kawantara untuk bangkit. Jangan sampai melewatkan momen – momen berharga dengan mereka. 

Kumpulkan Pengalaman, Bukan Hanya Materi 

Mengapa pengalaman itu penting? Karena usia 20-an adalah masa dimana seseorang masih memiliki banyak energi besar untuk melakukan hal – hal serta tidak sedikit pula yang masih belum terikat dengan suatu hubungan, misalnya berkeluarga. Dikutip dari Forbes, usia 20-an menjadi masa yang bisa dimanfaatkan untuk mencari berbagai pengalaman. 

Bertemu dengan Orang Baru & Melakukan Networking

Jauhkan diri Kawantara dari rasa malu & malas untuk bertemu orang baru. Membangun networking sudah menjadi hal yang wajib dilakukan kalau Kawantara ingin sukses mengejar mimpi. Jadi, jangan banyak keraguan ya Kawantara!

Mempelajari Banyak Skill secara Berkala

Skill bisa menjadi modal untuk dikembangkan dalam meraih tujuan hidup, karena di usia ini sangat produktif untuk melakukan segala sesuatu, terlebih lagi kondisi fisik yang masih prima. Mulai dari hard skill hingga soft skill dapat Kawantara pelajari. Skill berkomunikasi & manajemen waktu menjadi dua skill yang bisa terus diasah saat usia 20an. 

Belajar Sabar & Tidak Stres

Sebenarnya wajar, jika di usia 20 tahunan, Kawantara menginginkan proses yang cepat & drastis. Belajar untuk sabar dalam berproses dengan mengadopsi prinsip one step at a time. Dengan begitu, Kawantara akan terhindar dari rasa stres, serta memikirkan hal – hal yang belum tentu terjadi pada diri. 

Gimana? Jadi lebih terbuka nggak nih mindset atau pola pikir Kawantara setelah membaca artikel diatas? Semoga Kawantara bisa lebih memahami keadaan, dan terhindar dari stres ya. Masa muda usia 20 tahunan memang dapat dikatakan masa – masa emas juga. 

Masa dimana kita memiliki kesempatan luas untuk bereksplorasi. Semangat Kawantara!

Sumber: 

Keputusan Tepat untuk Kamu Ambil di Usia 20-an 

https://www.kejarmimpi.id/keputusan-tepat-untuk-kamu-ambil-di-usia-20-an.html

Keputusan Terbaik yang Bisa Kamu Ambil di Usia 20-an, Biar Masa Muda Jadi Lebih Bermakna

https://www.beautynesia.id/life/keputusan-terbaik-yang-bisa-kamu-ambil-di-usia-20-an-biar-masa-muda-jadi-lebih-bermakna/b-255490

Read More